TURUNKAN ANGKA STUNTING, BUPATI PESAN MASYARAKAT MENJAGA ASUPAN GIZI MAKANAN

SRAGEN – Seminar dengan tema “Peran Keluarga dalam Mencegah Stunting” yang dilaksanakan di Aula KPRI Kecamatan Mondokan, digelar pagi tadi, Rabu (13/11/2019).

Kegiatan seminar tersebut selain dalam rangkaian peringatan Hari Ibu ke – 91 Kabupaten Sragen juga sekaligus upaya pemkab Sragen untuk mengurangi angka stunting.

Turut hadir Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Kepala Dinkes Sragen dr. Hargiyanto, Ketua TP PKK Sragen Ny. Retna Susanti Dedy Endriyatno, Ketua Dharma Wanita sekaligus Ketua IBI Sragen Ny. Ermina Damai Tatag Prabawanto dan Plt. Kepala Dinas P2KBP3A  dr. Joko Puryanto, M.Kes.

Acara Seminar yang menghadirkan Konsultan Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial, Dr. Hari Wahyu Nugroho, SpA(K), MKes Spesialis Anak sebagaipembicara ini juga di ikuti oleh kader kesehatan, Ibu hamil, wanita usia nikah, TP PKK Kecamatan/Desa se Kecamatan Mondokan dan tokoh masyarakat setempat.

Pembicara Dr. Hari Wahyu Nugroho menyampaikan apresiasi atas upaya Pemkab Sragen yang cepat merespond dalam mengurangi permasalahan Nasional yakni pengurangan angka stunting.

Pada isi materi yang disampaikan, ia memaparkan inti point bahwa ‘stunting’ merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan kekurangan gizi kronis yang menimbulkan anak terlalu pendek pada usianya.

“Anak yang secara biologis mempunyai pertumbuhan kurang disertai dengan penyakit-penyakit sehingga sering sakit – sakitan, selain itu juga punya kecerdasan dibawah normal,” terangnya.

“Dilihat di 1.000 hari pertama kelahiran, dicek perkembangan tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala,” lanjutnya.

Dr. Hari Wahyu Nugroho yang juga Wakil Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Tengah menjelaskan pengurangan angka stunting bisa dicegah dengan memfokuskan kepada remaja usia nikah, dan ibu hamil.

“Harus hamil dengan sehat, sehat kebutuhan nutrisi yang tercukupi saat hamil karena pertumbuhan janin di dalam kandungan kalau nutrisi tidak terpenuhi maka menyebabkan perkembangan otak dibawah rata – rata, sedangkan untuk remaja putri usia nikah, harus sehat dengan rutin cek HB nya dulu,” jelasnya.

Kondisi stunting sendiri bersifat tidak bisa kembali (irreversible), sehingga pertumbuhan fisik dan kemampuan kognitif anak terganggu secara permanen. Heri Wahyu menyebutkan waktu terbaik intervensi gizi mulai dari awal kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan anak.

“Pemberian suplemen nasi, susu berbasis lemak di usia 6-24 bulan, harus dilakukan sebelum usia 2 tahun. Semakin cepat semakin baik, karena kalau sudah diatas 2 tahun tidak bisa lagi di apa – apakan,” kata Heri Wahyu.

Sementara Bupati Sragen Yuni menuturkan di Kabupaten Sragen, khususnya Kecamatan Mondokan angka stuntingnya termasuk cukup tinggi.

“Kemarin angka stunting di Sragen oleh pusat mencapai 39%, namun kenyataannya ketika Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen mengcoscek hanya 10,2 %,” tutur Bupati. Yuni.

Angka tersebut masih dibawah angka standard World Health Organization (WHO) yang mencapai 20 % untuk stunting.

Tidak berpuas diri, Kabupaten Sragen terus menekan angka stunting dengan terus melaksanakan kegiatan sosialisasi peran keluarga dalam pencegahan stunting.

“Kami bersama-sama berkomitmen untuk menurunkan angka stunting, melalui sinergi bersama antara Pemkab Sragen, Dinkes, ibu-ibu kader, serta masyarakat,” lanjut Bupati Yuni.

Permasalahan utama stunting salah satunya pola pemberian makanan yang tidak bergizi.

Untuk itu adanya kader – kader yang mengikuti seminar diharapkan menjadi garda depan untuk merubah perilaku masyarakat agar bisa memberikan makanan dengan baik dan bergizi.

“Jangan lagi makan nasi pakai mie instant, nyuapin anak jangan pakai yang serba instant,” pesan Bupati.

Bupati menghimbau kepada ibu hamil untuk menjaga asupan gizi, periksa kandungan secara rutin ke bidan, serta menghindari suami jika sedang merokok dan mengingatkan untuk tidak merokok. (MY_HUMAS)

http://www.sragenkab.go.id/berita-1913.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *