KEPALA BKKBN RI APRESIASI PELAKSANAAN KB DI KAB. SRAGEN

SRAGEN –  Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) mengapresiasi Total Fertility Rate (TFR) atau Angka Kelahiran Total di Kabupaten Sragen yang sudah turun mencapai angka idelal yakni 2,0 anak per wanita usia subur.

Hal itu diungkapkan saat melakukan Kunjungan Kerja dalam rangka meninjau langsung Pelayanan KB di Wilayah Perbatasan Jawa Tengah – Jawa Timur, bertempat di Puskesmas Sambungmacan II Sragen, Selasa (17/9).

Kunjungan yang dilakukan pagi tadi diterima langsung oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Wakil Bupati Dedy Endriyatno beserta Forkopimda Sragen.

Menurut Hasto Wardoyo Sragen bisa dijadikan contoh sebagai daerah dengan slogan KB yakni dua anak cukup, karena rata-rata warga memiliki 2 orang anak. Sedangkan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang termasuk tinggi yakni mencapai 37%.

“Di Sragen ini luar biasa di tempat lain TFR nya masih 2,4 dan tahun 2024 nanti Indonesia baru target 2,1 tapi di Sragen sudah 2,0 jadi sukses mengantarkan rata-rata perempuan melahirkan dengan 2 anak,” jelasnya.

“Ini sangat menjadi percontohan yang luar biasa inilah suatu keberhasilan kontrasepsi di kabupaten,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan pelayanan di satu titik ini cukup efisien karena akseptor nya bisa dari provinsi jawa timur maupun jawa tengah dan dokternya bisa di join.

“Saya ingin membawa model di Sragen ini kepada teman-teman daerah lain untuk me replikasi seperti ini.” tuturnya.

Sementara Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati menuturkan antusiasme masyarakat untuk KB yang dilaksanakan hari ini melebihi target.

“Alhamdulilah dari target terpenuhi bahkan lebih, respond masyarakat sangat luar biasa untuk mengikuti program KB,” tuturnya.

Menyangkut angka pernikahan dini yang masih tinggi di Kabupaten Sragen berbagai upaya telah dilakukan untuk menangani hal tersebut melalui kolaborasi lintas sektor.

“Upaya kami lakukan adalan dari dinas pendidikan berkolaborasi dengan Pengadilan Agama dan Kemenag, untuk bisa memberikan penyuluhan dan pemahaman tentang seks, dari segi kesehatan nanti DKK dikolaborasi, secara periodik melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah,” lanjutnya.

Menurutnya kiat sukses menurunkan TFR hingga 2,0 pihaknya menuturkan bahwa sebagai dokter ia banyak terjun ke masyarakat melakukan kunjungan ke puskesmas-puskesmas untuk melaukan sosialisasi secara preventif promotif.

Pelayanan ini diikuti oleh sekitar 200 calon akseptor dari wilayah sekitar Puskesmas, termasuk warga Kabupaten Ngawi provinsi Jawa Timur yang tinggal tak jauh dari lokasi tersebut.

Berada di perbatasan antar provinsi memunculkan problematika siapa akan dilayani di mana. Ditambah lagi, fasilitas kesehatan di wilayah perbatasan kerap kali tidak selengkap faskes yang dekat dengan pusat pemerintahan. (MY_HUMAS)

http://www.sragenkab.go.id/berita-1837.html

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *