IBU CERDAS, SADAR GIZI SEJAK DINI

Stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang dapat menyebabkan tubuh mereka berperawakan pendek. Stunting akan berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan anak dan status kesehatan pada saat dewasa. Stunting dapat terjadi sebagai akibat kekurangan gizi terutama pada saat 1000 HPK dihitung sejak masa kehamilan. Pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan pada ibu hamil perlu mendapat perhatian untuk mencegah terjadinya stunting terutama di 1000 HPK.

flyer 1000 Hari Pertama Kehidupan

Seorang anak bisa dikatakan terkena stunting, jika tinggi badannya berada di bawah standar pertumbuhan anak seusianya. Tidak hanya tampak pendek, stunting juga berisiko mengganggu perkembangan kognitif, mengganggu kemampuan belajar anak, dan meningkatkan risiko anak mengalami berbagai penyakit kronis ketika dewasa.

Stunting dan Ibu Hamil

Stunting pada anak dapat disebabkan oleh beragam faktor, mulai dari faktor genetik, kurangnya asupan nutrisi saat di dalam kandungan dan setelah lahir, infeksi berulang, hingga tingkat pengetahuan orang tua yang rendah mengenai tumbuh kembang normal anak.

Karena faktor penyebab stunting bisa dimulai sejak masa kehamilan, maka Langkah pencegahan stunting pun bisa dilakukan sejak bayi masi dalam kandungan. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah stunting, diantaranya adalah:

  1. Ibu hamil harus makan makanan dengan gizi seimbang. Pastikan kebutuhan zat besi, yodium dan asam folat tercukupi, karena ketiga zat itu sangat penting untuk ibu hamil agar anak terhindar dari stunting.
  2. Ibu hamil minum tablet tambah darah 1 butir/hari. Kekurangan zat besi dapat meningkatkan resiko anemia. Anak yang lahir dari ibu hamil dengan anemia lebih beresiko mengalami stunting.
  3. Tidak merokok, tidak minum alkohol atau soda dan menghindari makanan berpengawet.
  4. Mengikuti kelas ibu hamil dan Bina Keluarga Balita
  5. Melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan ASI Ekslusif

Pencegahan stunting penting dilakukan pada masa emas, yaitu 1000 pertama kehidupan, meliputi masa anak dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Peran keluarga pun sangat penting di fase ini. Keluarga berperan penting untuk mencegah stunting pada setiap fase kehidupan. Mulai dari janin dalam kandungan, bayi, balita, remaja, menikah, hamil, dan seterusnya. Hal ini mendukung upaya pemerintah dalam penanganan stunting di Indonesia.

Hal-hal yang harus dilakukan ibu hamil untuk mencegah stunting

Stunting dan Keluarga Baduta

Baduta adalah sebutan yang ditujukan untuk anak usia bawah dua tahun atau sekitar 0-24 bulan. Masa ini menjadi begitu penting karena di masa inilah upaya menciptakan sumber daya manusia yang baik dan berkualitas. Apalagi 6 bulan terakhir kehamilan dan dua tahun pertama setelah melahirkan, biasanya disebut dengan masa masa keemasan dimana sel otak dalam perkembangan dan pertumbuhan yang optimal. Kekurangan gizi pada masa ini dapat menyebabkan gagal tumbuh dan berakibat buruk dimasa yang akan dating.

Oleh karena itu keluarga baduta harus memperhatikan beberapa hal-hal berikut yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting :

  1. Pemberian ASI Eksklusif 6 bulan, dan dilanjutkan sampai usia 2th.
  2. Memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) saat usia 6 bulan
  3. Memantau tumbuh kembang anak dengan rutin datang ke POSYANDU
  4. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat

Ingat Stunting tidak dapat disembuhkan, namun dapat dicegah sejak 1000 HPK.(liv)

hal-hal yang harus dilakukan keluarga baduta untuk mencegah stunting

#

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *